Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Masyarakat di Indonesia

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan bagian dari penyakit jantung (Cardiovaskular disease). Disebabkan karena terjadinya penyempitan arteri koronaria yang merupakan pembuluh darah jantung. Jika aliran darah gagal mengalir ke jantung dapat dibayangkan apa yang terjadi. Jantung akan kekurangan oksigen dan kehabisan energy untuk berdenyut. Artinya jantung anda bisa mati sehingga menyebabkan anda juga ikut mati!

Di Indonesia penyakit ini adalah pembunuh nomor satu dan jumlah kejadiannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 1992 persentase penderita PJK di Indonesia adalah 16,5%, dan pada tahun 2000 melonjak menjadi 26,4%
Meski menjadi pembunuh utama, tetapi masih sedikit sekali orang yang tahu tentang PJK ini. Terutama tentang faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Dalam ilmu epidemiologi, jika faktor risiko suatu penyakit telah diketahui maka akan lebih mudah untuk melakukan tindakan pencegahan. Karena bagaimanapun mencegah lebih baik dari mengobati.

Dalam rangka menemukan faktor risiko PJK pada masyarakat Indonesia, maka salah seorang dosen pada prodi Ilmu Gizi FKM Unhas melakukan analisis lanjut terhadap data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2007. Anda mungkin salah seorang responden/partisipannya. Riset ini merupakan data dasar yang memuat semua informasi kesehatan dari masyarakat Indonesia. Memang tidak mencakup seluruh masyarakat, tetapi jumlah sampel/masyarakat yang terlibat pada Riskesdas cukup besar. Sehingga dalam ilmu statistik hal tersebut dapat mewakili keadaan masyarakat Indonesia secara umum.

Penelitian ini menggunakan konsep Hendrik L Bluum untuk menjelaskan terjadinya PJK pada masyarakat Indonesia. Menurut Bluum, terjadinya suatu penyakit dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu faktor lingkungan, genetik, perilaku dan pelayanan kesehatan. Dr. Citrakesumasari mengambil 2 faktor di antaranya yaitu faktor lingkungan dan perilaku. Dengan pertimbangan 2 faktor tersebut merupakan penyebab utama dari kejadian suatu penyakit.

Penelitian ini menemukan bahwa faktor lingkungan yang menjadi penyebab PJK di Indonesia adalah pekerjaan yang membutuhkan aktifitas fisik berat dan gangguan emosi. Sedangkan faktor perilaku yang paling berpengaruh adalah tingginya konsumsi makanan asin dan jeroan serta rendahnya konsumsi buah dan sayur.

Beraktifitas fisik secara teratur tentu sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Tetapi jika aktifitas fisik itu terlalu berat maka justru akan membebani kerja jantung. Karena itu berhati-hatilah bagi anda yang sering beraktifitas berat. Jika anda mulai merasakan sakit dada di sebeleh kiri sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter.



Gangguan emosi selama ini mungkin hanya dicurigai sebagai penyebab kegemukan. Karena ada beberapa orang yang ketika dalam keadaan stress menjadikan makanan sebagai pelarian. Nah, melalui kegemukan inilah risiko penyakit jantung itu bisa terjadi. Selain itu, orang yang stress tentu tekanan darahnya jauh lebih tinggi. Jika terjadi terus menerus maka keseimbangan dalam tubuh akan terganggu. Tekanan darah yang tinggi bisa memicu terjadinya luka pada pembuluh darah jantung sehingga merangsang terjadinya penggupalan darah. Waspadalah jika anda dalam keadaan stress, sebaiknya anda segera menenangkan diri. Kehidupan sekarang memang sangat penuh tantangan. Karena itulah kita butuh penguat hati. Bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan, mereka akan jauh lebih kuat. Karena mereka yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas ketetapanNya. Orang-orang yang selalu berpikir positif juga akan jarang terkena stress. Karena mereka selalu mampu mengambil hikmah dari semua hal yang terjadi pada dirinya. Badai pasti berlalu, maka semua kesulitan dan ujian yang kita hadapi pasti akan berakhir.

Gaya hidup yang kita jalani juga ikut mempengaruhi penyakit-penyakit langganan kita. Seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan istant dan junk food. Padahal, dalam makanan-makanan tersebut mengandung kadar natrium yang tinggi. Makanan yang asin tentu tinggi natrium, padahal natrium bisa menyebabkan hipertensi atau meningkatnya tekanan darah. Termasuk juga makanan jeroan. Karena mengandung kolesterol yang bisa mengganggu keseimbangan darah anda.


Selain itu, masyarakat Indonesia juga sangat kurang mengkonsumsi sayuran dan buah. Padahal Indonesia adalah negara agraris. Aneh memang sih, tetapi hal tersebut bisa disebabkan karena pergeseran pola makan yang menjalar dari perkotaan hingga ke pedesaan. Bergeser dari makanan yang kaya serat dan zat gizi menuju makanan yang kurang serat tetapi kaya lemak dan garam. Yang menyedihkannya lagi semua itu dilakukan hanya demi gengsi. Jika anda adalah salah seorang diantaranya, mari kita perbaiki gaya hidup kita. Sayuran dan buah itu penting bagi kesehatan. Selain karena kandungan fitokimia yang ada di dalamnya, sayuran dan buah juga mengandung serat yang penting dalam pencegahan penyakit degenerative.

Jadi mulai sekarang berhati-hatilah dalam menjalani hidup dan memilih makanan. Penyakit-penyakit yang kita rasakan sebenarnya merupakan akibat dari kehidupan kita sendiri. Jika kita mampu bijak untuk memilih dan memilah, pasti kehidupan kita akan lebih baik. Memang, yang sehat itu mungkin terlihat tidak enak, tetapi kalau sakit tentu jauh lebih tidak enak lagi. So, silahkan memilih sendiri

1 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "