Surveilans Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.
- Hipertensi, stroke dan penyakit jantung koroner
- Diabetes Melitus
- Neoplasma
- Penyakit paru obstruksi kronis
- Gangguan mental
- Masalah kesehatan akibat kecelakaan
Surveilans Epidemiologi Kesehatan Lingkungan dan Perilaku.
- Sarana air bersih
- Tempat-tempat umum (TTU)
- Pemukiman dan lingkungan perumahan
- Limbah industri, rumah sakit
- Vektor penyakit
- Kesehatan dan keselamatan kerja
- Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lain, termasuk infeksi nasokomial
- Perilaku merokok
- Pola makan diet
- Aktivitas fisik
- SKPG (sistem kewaspadaan pangan dan gizi)
- Kekurangan Gizi mikro (kekurangan yodium, anemia gizi besi, kekurangan vitamin A)
- Kekurangan Gizi makro (Gizi kurang, Gizi buruk)
- Gizi lebih
- Kesehatan ibu dan anak (termasuk kesehatan reproduksi)
- Usia lanjut
- Penyalahgunaan napza
- Penggunaan sediaan farmasi, obat, obat tradisional, bahan kosmetik dan alat kesehatan
- Kualitas makanan dan bahan makanan tambahan
Surveilans Epidemiologi Kesehatan Matra.
- Kesehatan haji
- Kesehatan pelabuhan dan lintas batas perbatasan
- Bencanan dan masalah sosial
- Kesehatan matra laut dan udara
- KLB penyakit dan keracunan
Manfaat Surveilans Puskesmas
- Deteksi Perubahan akut dari penyakit yang terjadi dan distribusinya
- Identifikasi dan perhitungan trend dan pola penyakit
- Identifikasi kelompok risiko tinggi menurut waktu, orang dan tempat
- Identifikasi factor risiko dan penyebab lainnya
- Deteksi perubahan pelayanan kesehatan yang terjadi
- Dapat memonitoring kecenderungan penyakit endemis
- Mempelajari riwayat alamiah penyakit dan epidemiologinya
- Memberikan informasi dan data dasar untuk proyeksi kebutuhan pelayanan kesehatan dimasa datang
- Membantu menetapkan masalah kesehatan prioritas dan prioritas sasaran program pada tahap perencanaan
Kegiatan Pokok Surveilans Puskesmas
- Pengumpulan data
- Tabulasi dan analisis data
- Penyebarluasan hasil dan informasi
Sumber data Surveilans Puskesmas
Peran dan Mekanisme Kerja Surveilans Terpadu Penyakit (STP) di Puskesmas
- Pengumpulan dan Pengolahan Data. Unit surveilans Puskesmas mengumpulkan dan mengolah data STP Puskesmas harian bersumber dari register rawat jalan & register rawat inap di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, tidak termasuk data dari unit pelayanan bukan puskesmas dan kader kesehatan. Pengumpulan dan pengolahan data tersebut dimanfaatkan untuk bahan analisis dan rekomendasi tindak lanjut serta distribusi data.
- Analisis serta Rekomendasi Tindak Lanjut. Unit surveilans Puskesmas melaksanakan analisis bulanan terhadap penyakit potensial KLB di daerahnya dalam bentuk tabel menurut desa/kelurahan dan grafik kecenderungan penyakit mingguan, kemudian menginformasikan hasilnya kepada Kepala Puskesmas, sebagai pelaksanaan pemantauan wilayah setempat (PWS) atau sistem kewaspadaan dini penyakit potensial KLB di Puskesmas. Apabila ditemukan adanya kecenderungan peningkatan jumlah penderita penyakit potensial KLB tertentu, maka Puskesmas melakukan penyelidikan epidemiologi dan menginformasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Unit surveilans Puskesmas melaksanakan analisis tahunan perkembangan penyakit dan menghubungkannya dengan faktor risiko, perubahan lingkungan, serta perencanaan dan keberhasilan program. Puskesmas memanfaatkan hasilnya sebagai bahan profil tahunan, bahan perencanaan Puskesmas, informasi program dan sektor terkait serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
- Umpan Balik. Unit surveilans Puskesmas mengirim umpan balik bulanan absensi laporan dan permintaan perbaikan data ke Puskesmas Pembantu di daerah kerjanya
- Laporan. Setiap minggu, Puskesmas mengirim data PWS penyakit potensial KLB ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagaimana formulir PWS KLB. Setiap bulan, Puskesmas mengirim data STP Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan jenis penyakit dan variabelnya sebagaimana formulir STP.PUS. Pada data PWS penyakit potensial KLB dan data STP Puskesmas ini tidak termasuk data unit pelayanan kesehatan bukan puskesmas dan data kader kesehatan. Setiap minggu, Unit Pelayanan bukan Puskesmas mengirim data PWS penyakit potensial KLB ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Ilmu Ekonomi adalah suatu studi mengenai individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang & jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa yang akan datang kepada individu dan golongan masyarakat.
Salah satu manfaat dari ilmu ekonomi, yaitu kita dapat mengatur kehidupan pribadi kita seperti bagaimana mengalokasikan uang,waktu, dan tempat yang terbatas sehingga kita dapat mencapai apa yang diinginkan serta mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat, negara, maupun internasional dengan menguraikan, menggambarkan berbagai perilaku ekonomi.
Ilmu ekonomi perlu diaplikasikan dalam sektor kesehatan karena pengertian kesehatan saat ini jauh lebih luas & dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Aspek kesehatan saat ini mencakup 4 aspek, yaitu: kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental & sosial saja, tetapi juga produktivitasnya dalam bidang ekonomi. Maksudnya, seseorang yang tidak mampu produktif, pengangguran dan tidak mampu menghasilkan pekerjaan termasuk adalah orang yang tidak sehat. Keempat dimensi tersebut saling mempengaruhi dalam mempertahankan serta meningkatkan derajat kesehatan seseorang.
-Contoh kegiatan ekonomi kesehatan:
1. Manajemen Rumah Sakit
2. Pemberantasan Sarang Nyamuk di Lingkungan Masyarakat
3. Pemilihan obat dengan atau tanpa menggunakan uang
4. Asuransi kesehatan pemerintah
5. Bekerja
- Masalah yang terkait dengan ekonomi kesehatan:
1. Peningkatan Jumlah Pengangguran
2. Pelayanan Kesehatan yang Tidak Merata
3. Kurangnya Pemahaman Ilmu Ekonomi Pada Ahli-ahli kesehatan
4. Gizi Buruk
5. Pemukiman Kumuh
6. Kurangnya Lapangan Pekerjaan
mudah mengambil kesimpulan
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

